selamat datang

di

Website Resmi Yayasan Kasultanan Karaton Pajang

Memaknai Warisan, Menggali Akar Budaya, Menemukan Tautan Sejarah Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan

Sambutan ketua yayasan

Barangkali tidak ada perdebatan saat orang menyebut bahwa Indonesia memiliki budaya yang maju, dibuktikan hasil karya seni, sastra, bahasa, bangunan-bangunan masa lalu dan lain-lain, semuanya membuktikan bahwa peradaban yang hidup di Nusantara telah maju. 

Peradaban berbeda dengan kebudayaan. Jika kebudayaan bisa ditemukan di semua masyarakat, bahkan masyarakat yang paling primitif pun memiliki kebudayaan tetapi peradaban adalah kebudayaan dengan ciri tertentu. Beberapa tokoh menyebutnya sebagai kebudayaan dengan tingkat lebih tinggi. Koentjaraningrat menyebut peradaban sebagai unsur kebudayaan yang halus, maju dan indah, seperti kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang memiliki sistem teknologi, dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.

Unsur-unsur kebudayaan yang tinggi, halus, maju dan indah dari berbagai kebudayaan di dunia diorkestrasi sedemikian rupa sehingga seluruh aspek kehidupan merupakan kumulatif dari tingkat perkembangan tertinggi hasil cipta, rasa, karsa dan karya manusia yang merupakan pengetahuan dengan segaka ekspresinya, jadilah ia suatu bangunan nan elok bernama peradaban. Unsur-unsur kebudayaan yang tinggi, halus, maju dan indah dari berbagai kebudayaan di dunia diorkestrasi sedemikian rupa sehingga seluruh aspek kehidupan merupakan kumulatif dari tingkat perkembangan tertinggi hasil cipta, rasa, karsa dan karya manusia yang merupakan pengetahuan dengan segaka ekspresinya, jadilah ia suatu bangunan nan elok bernama peradaban.

selengkapnya

Heddy Shri-Ahimsa mendefinisikan peradaban merupakan kebudayaan dengan ciri khusus. Ciri-ciri khusus peradaban :
1. Tulisan
2. Ilmu pengetahuan
3. Bangunan megah yang mencerminkan estetika dan kemajuan teknologi

Dengan demikian jantung peradaban adalah tulisan, melalui tulisanlah pengetahuan bisa didokumentasi dan diakumulasi sebagai pondasi dalam membangun peradaban yang lebih tinggi. Itulah mengapa dalam sejarah Islam, pada saat Hulagu Khan hendak menghancurkan Khilafah Islamiyyah di Baghdad, salah satu target utama yang dihancurkan adalah perpustakaan. Demikian juga Raffles ketika menduduki Keraton Yogyakarta salah satu yang dilakukan adalah merampok kitab-kitab untuk dibawa ke Inggris.

Kekayaan bahasa, peninggalan bangunan masa lalu, wayang, keris, batik hingga sastra dan filosofi merupakan bukti tingginya peradaban nenek moyang Nusantara. Namun semuanya menjadi paradoks saat menengok fakta dan realitas krisis multidimensional yang melanda bangsa ini. Mulai dari fenomena kebobrokan moral dan etika bernegara di Indonesia saat ini seperti korupsi, penyalahgunaan jabatan, bagi-bagi jabatan kepada kroni, pemberian konsesi kepada kerabat dan keluarga dan lain-lain hingga krisis pendidikan, krisis kesehatan, krisis lingkungan dan lain-lain. Maka diperlukan pelopor ‘revolusi kebudayaan’ yang mampu memandu bangsa ini bertransformasi sehingga nilai-nilai etika dan moral menjadi etos hidup yang nyata dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Yayasan Kasultanan Karaton Pajang berdedikasi untuk memaknai warisan masa lalu, menggali akar dan struktur budaya terdalam yakni nilai-nilai kebenaran yang tunggal dan universal, menemukan tautan sejarah masa lalu, masa kini untuk kemudian membangun masa depan yang agung dan luhur. melestarikan nilai-nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang diwariskan oleh Kasultanan Karaton Pajang. Sebagai bagian dari peradaban Nusantara, Pajang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa, yang menjadi cikal bakal berbagai tradisi dan kebudayaan hingga saat ini. Pajang merupakan penyambung sejarah Wangsa Mataram Islam dengan Majapahit. Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman merupakan dua kerajaan yang menyambungkan bangsa Indonesia hari ini dengan Nusantara di masa lalu. Kesinambungan sejarah merupakan modal penting untuk mengetahui jadi diri bangsa menuju visi Peradaban Agung nan Luhur.

visi

Menjadi pusat kajian budaya dan spiritual yang bermuara kepada tranformasi budaya dan sejarah yang berorientasi pada kearifan universal dan kemajuan zaman.

misi

1. Menjaga dan merawat peninggalan sejarah Kasultanan Karaton Pajang.
2. Mengembangkan kajian budaya, sejarah, dan spiritual berbasis nilai-nilai kebenaran tunggal dan universal.
3. Mengadakan kegiatan edukasi dan pelatihan bagi masyarakat mengenai kebudayaan Jawa.
4. Memperkuat hubungan dengan berbagai pihak dalam pemaknaan warisan budaya dan penggalian akar budaya serta aktualisasinya pada era modern.

berita & pengumuman

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin diam justo, scelerisque non felis porta, placerat vestibulum nisi. Vestibulum ac elementum massa. In rutrum quis risus quis sollicitudin. Pellentesque non eros ante. Vestibulum sed tristique massa. Quisque et feugiat risus, eu tristique felis.

Diy Rosemary Soap
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s.
My Makeup Bag
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s.
more post

galeri

Scroll to Top